27 Februari 2016

Wargi IPA Hiji Julukan kami, WASPA WADPA Tetap setia

Harapan kita saat erat, saat kita berpelukan bersama di dalam ruangan yang berjajar bangku kayu, untuk indahnya berkata "WE ARE THE BEST" tak ada sedikitpun ragu dalam menempuh hidup dan saling menopang di kala belajar 


Diantara ribuan bunga yang tumbuh di taman hanya setitik embun yang kita ambil sebagai bukti kasih sayang memberi dan keselarasan harapan.

Disini kami berkumpul esok kami berpencar, berbicara tentang kehidupan, berbicara tentang bintang di langit, berbicara tentang ombak di laut,
Disini di MAN Tanggeung.... Kala itu... yah kala itu !! 

suatu ke banggan tersendiri bagi kami bersekolah di MAN TANGGEUNG, dan suatu anugerah pula yang kami terima atas terlahirnya kelas Wargi.

yah... padahal kami ingat dan ingat betul pada awal kami disatukan banyak diantara kami yang menolak di satukan di kelas IPA 1, banyak alasan, dari mulai, karena kelasnya di lab lah, gak betah karena tidak bersama sahabat kelas X, ada pula yang menyebutkan '' ahh gak mau orang-orangnya pada autis dan gak seru diajak bermain....
Hampir semua dari kami Ingin pisah dan keluar dan dipecah kembali, bahkan salah satu diantara kami sampai pindah jurusan, kami juga tidak mengerti mengapa pada waktu itu rasa gak betah sangat tinggi.
Hingga sampai Salah satu guru terbaik kami ikut berkomentar atas banyaknya keluhan yang sampai, Pak Amsi namanya beliau kala itu pengurus BP/BK kelas XI & XII, beliau bilang " sekarang di awal kalian bilang begitu, namun pada saat perpisahan nanti kalian akan nangis dan merasa dipisahkan banget".

dan ternyata benar itu terjadi.

keharmonisan di kelas kami pun tercapai, dengan lahirnya sebuah nama kelas WARGI, kata bijak mengatakan "Apalah arti sebuah nama melainkan itu adalah Do'a bagi pemilik nama tersebat" sungguh nyata keharmonisan, kekeluargaan dan kasih sayang di antara kami mulai tumbuh dan membentuk hingga kami kompak dalam segala hal. 

Kami sering mengadakan kegiatan kekluargaan, makan jajanan bareng di dalam kelas, acara ngeliwet ke kosan teman bahkan kunjungan kerumah teman dengan jalan kaki, semua itu bukan semata kami ingin liburan melaikan supaya kami tak canggung lagi antar sesama teman. 

Sahabat nama itulah yang menjadi cahaya menjadi lentera menjadi penopang dan menjadi semangat WARGI IPA HIJI JULUKAN KAMI

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar