1 Mei 2016

Kisah pendek si Ijo pucuk, Wargi IPA Hiji MAN Tanggeung '14

Memang ini tak seharusnya jadi bahan perbincangan , tapi inilah kami yang akan selalu bercerita dan akan selalu punya cerita walau dianggap sebagian orang terlalu berlebihan,

warna , ?  yah sebenarnya ini mengingatkan penulis pada sa'ah pertama belajar pelajaran Ilmu Seni Budaya di MAN Tanggeung, yang di bimbing oleh salah satu Guru terbaik dan Terfavorit yaitu Bapak Dede Muslih, Beliau mengawali pertemuan pertema dengan kami dengan menyuruh kami maju kedepan kelas untuk memperkenalkan diri sekaligus kami di tanya oleh beliau tentang apa warna favorit kami dan selanjutny gambaran jiwa kami di sebutkan,

warna hijau sangatlah melekat pada seluruh angota kelas wargi , seperti pernah di ceritakan sebelumnya apaun itu yang selalu terlibat dalam masa perjalan sewaktu kami berkumpul pastilah akan kami ingat selalu, Banyak orang berpendapat tentang warna hijau dan semuanya menilai hijau sebagai warna yang positif, tak ayal kami memilih warna HIJAU sebagi warna kebanggaan kami dari mulai kami membuat baju kelas dan apaun itulah kami selalu mencetuskan ijo pucuk jadi pewarna .

sejarah singkatnya bermula di kelas kami yang pertama (XI IPA 1) yang masih bertempat sementara yaitu di Ruangan Lab IPA , kala itu kami sedang merundingkan baju kelas yang kami buat dan sesampainya dengan warna kami banyak mengutarakan pendapat ,
 dan menyudut ke dua warna yang berbeda yaitu warna Biru dan hijau, hingga itu samapi berlarut, Penulis disini masih ingat betul, wargi yang ingin memilih warna biru sebagi warna baju sekaligus warna kebanggaan kelas diantaranya Badrujaman yang kal itu sebagai ketua kelas dan  Sri Risnawati mereka berdua sangat bersih kelas untuk memilih warna Biru dan ada pula sebagian anak wargi yang lain juga setuju, namun tak ayal dalam sebuah kelompok tak mesti ketua yang memutuskan dan punya hak mutlak, ada pula yang bersih keras untuk menentang dan memilih warna Hijau sebagai warna baju dan kebanggaan kelas yaitu diantaranya Anwar Musadad dan Heru Nabawi hingga diantara kami saling memaparkan atas argumen alasan kenapa memilih warna tersebut, hingga berlarutlah beberapa hari persengketaan itu karena tak ada yang mengalah atas usulannya,

hingga akhirnya ada pertimbangan yang menjadi jalan keluar, pertimbangan pertama : Kebetulan sekali Bapak Esa Hidayat  selaku Orangtua kelas wargi ipa hiji menyukai warna hijau, dan pertibnagan kedua : dan sangat kebetulan pula kelas tetangga (XI IPA 2) telah memilih warna Biru sebagai warna mutlak kelasnya, dan pada akhirnya terpilihlah Warna HIJAU sebagai warna baju kelas sekaligus warna kebangggan kami bersama.

jadi inilah Wargi IPA Hiji HIJAU

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar